Minggu, 10 Maret 2019



Pada tahun 1987 hanya menjual pakaian casual untuk pria. Mereka menyadari bahwa terdapat jumlah pelanggan perempuan yang tertarik ke toko-toko mereka, yang mereposisi jaringan sebagai penjual value for money merchandise, menjual pakaian unisex dengan potongan harga, dengan tujuan memaksimalkan penjualan unit, bukan margin.

Manajemen sudah beberapa kali meluncurkan kampanye dan promosi kreatif yang berfokus pada pelanggan untuk memperluas orientasi pelayanan. Kampanye tersebut sangat sukses dengan sekitar 3.000 pasang jeans telah terjual selama hari-hari promosi dan lebih dari 10.000 T-Shirt gratis diberikan kepada pelanggan yang memberikan umpan balik dan mengkritik layanan Giordano.

Untuk memastikan keunggulan layanan pelanggan, sering dilakukan evaluasi kinerja ditingkat toko memotivasi karayawan dan tim toko setiap bulannya. Giordano menganugerahi “Bintang Jasa” kepada karyawan individu berdasarkan nominasi yang diberikan oleh pembeli.

Teknologi informasi (TI) digunakan untuk memfasilitasi manajemen inventaris dan peramalan permintaan. Keuntungan lain dari sistem TI adalah bahwa in formasi disebarkan ke fasilitas produksi dalam waktu nyata (real time).

Penyederhanaan dan fokus tercermin dengan cara Giordano menyimpan produknya. Tokonya menampilkan tidak lebih dari 100 varian dari 17 produk intinya, dimana peritel pesaing memiliki 200 hingga 300 varian.

Giordano secara bertahap memasarkan ulang merek intiny, dengan cara berusaha menciptakan citra label yang trendi.
Pada tahun 2009 Giordano menjual pakaian casual untuk target pria, wanita, anak-anak melalui lima merek perusahaan Giordano, Giordano Concepts, Giordano Ladies, Giordano Junior, dan Blu Star Exchange.

Hal yang dilakukan Giordano :

  • Merambah ke pasar luar Asia, seperti Australia sebagai target awal
  • Memperkuat Filosofi ke-khasan Giordano
  • Peningkatan Rekruitmen karyawan
  • Memperkuat tampilan depan toko
  • Konsisten sesuai produk yang telah dibuatnya

Giordano tidak perlu mengikuti positioning yang berbeda untuk pasar yang berbeda, seperti untuk Hongkong berbeda dengan Asia Tenggara, karena produk Giordano sudah tepat sesuai dengan keinginan berbagai pasar yang ada (“feel good” and “look great”).

Strategi positioning Giordano tidak ada yang bisa menyamai nilai pelanggan besar seperti  yang ditawarkannya. Meskipun mereka berkompetisi di sejumlah daerah. Misalnya, semua perusahaan menekankan iklan dan promosi penjualan berat, menjual pakaian modis dengan harga menarik. Hampir semua toko juga terletak terutama di daerah-daerah baik di lantai dasar, menggambar lalu lintas volume tinggi, dan memfasilitasi belanja, browsing, dan membeli impuls. Kuncinya ada pada pelanggan, bahwa pelangganlah yang menyampaikan kepada orang lain dan memberikan bentuk dan makna yang khas akan Giordano.

Untuk mengalahkan persaingan yang ketat lazim di Asia terutama di Hong Kong pendiri Jimmy Lai percaya bahwa Giordano harus mengembangkan keunggulan kompetitif yang khas. Jadi dia mengacu kepada studi banding terhadap praktik organisasi terbaik dalam empat bidang utama, yakni :

  • Komputerisasi (dari The Limitted)
  • Menu yang diawasi ketat (dari McDonald’s)
  • Penghematan (dari Wal-Mart)
  • Nilai harga (seperti yang ditetapkan di jaringan ritel Marks & Spencer Inggris)

Giordano memiliki prosedur seleksi yang ketat untuk memastikan bahwa calon yang dipilih cocok dengan profil karyawan yang diinginkan. Seleksi berlanjut ke lokakarya pelatihan, yang diuji orientasi layanan dan karakter karyawan baru.

Filosofi Giordano kualitas pelayanan dapat diamati tidak hanya di Hong Kong tetapi juga di outlet di luar negeri. Perusahaan telah dihormati oleh berbagai penghargaan layanan.

Faktor lain yang memeberikan kontribusi untuk perusahaan adalah staf penjualan yang berdedikasi, dan selalu tersenyum, yang berjumlah lebih dari 11.000 orang. Giordano menganggap pekerja garis depan sebagai pahlawan bagi pelayanan pelanggan. Giordano meiliki prosedur seleksi yang ketat.

Tim manajemen senior tahu bahwa keberhasilan Giordano dimasa depan dipsar tersebut akan tergantung pada pemahaman rinci dari selera konsumen dan preferensi terhadap kain, warna, dan iklan.

Pada 1998,  Giordano mengatur pemandangan di pasar luar Asia. Australia adalah target awal, dan jumlah gerai ritel meningkat dari empat gerai di 1999-56 outlet di tahun 2008. Meskipun krisis keuangan Asia telah menyebabkan Giordano untuk memikirkan kembali strategi regional, perusahaan itu masih bertekad untuk masuk dan terus melakukan penetrasi Asia baru pasar. Penentuan ini menyebabkan nya sukses. Hal ini didorong oleh keinginan untuk pertumbuhan dan sebagian oleh kebutuhan untuk mengurangi ketergantungan pada Asia di bangun dari krisis ekonomi yang terjadi tahun 1998.

Jadi kekuatan Giordano tidak secara serta merta harus ditransfer ke pasar lain, karena masing-masing pasar memiliki ke-khasan tersendiri sebagai kekuatan.  Hal ini ditunjukkan oleh berbagai produk fashion pesaing Giordano, meskipun memiliki positioning yang hampir sama, akan tetapi segmentasi pasar sedikit berbeda-beda.

Adaptasi terhadap strategi di daerah/negara yang berbeda mungkin diperlukan sebagai penyesuaian akan penguatan filosofi dan ke-khasan Giordano. Kekhawatiran akan lost market terjadi, maka sebaiknya Giordano tidak perlu hanya melakukan gerakan-gerakan taktis saja. Beberapa hal yang menjadi dasar kesuksesan dan pengalaman akan kegagalan-kegagalan merupakan “guru utama” bagi Giordano.

Strategi yang dimiliki oleh Giordano harus diterapkan di Negara manapun yang membedakan adalah taktik yang akan diberikan Giordano terhadap negara yang telah menjadi sasarannya.
Taktik saat menembus  Negara :

  • Melakukan strategi pemasaran melalui pemberian kaos secara gratis.
  • Kesadaran Merek diperlukan bagi pelanggan dengan menekankan pada strategi Promosi.
  • Pemilihan lokasi dalam membangun outlet Giordano juga merupakan hal yang sangat penting karena pelanggan mengutamakan kenyamanan dalam berbelanja.
  • Pelanggan merupakan sebuah kunci dan merupakan factor utama dari Giordano. Diferensiasi pelanggan menimbulkan layanan yang diberikan oleh Giordano juga berbeda karena disesuaikan dengan segmen pasar.
  • Giordano harus mencari cara dan strategi supaya biaya tetap rendah
  • Giordano juga memerlukan penelitian mengenai apa yang dibutuhkan oleh pelanggan dan apa yang membuat pelanggan tersebut tertarik untuk membeli jeans berdasarkan kenyamanan kain yang mereka pilih.
  • Melakukan evaluasi disetiap bulannya untuk mengertahui selera dan minat pelanggan agar Giordano tetap menjadi pilihan nomer 1 bagi para pelanggan.

Giordano menetapkan pelayanan yang terstandarisasi di berbagai negara. Tetapi sebelumnya Giordano perlu memahami pasar tunggal berdasarkan selera dan preferensi konsumen tentang produk dan kegiatan promosi. Di sisi lain, strategi sukses Giordano lainnya adalah menyediakan layanan pelanggan yang sangat baik, sistem informasi dan logistik serta kebijakan dan praktik sumber daya manusia yang harus dijalankan secara taktis untuk pasar yang berbeda. Ini berarti strategi khusus harus dikembangkan untuk negara-negara yang berbeda bahkan di Asia karena ada beberapa variasi antara negara dalam hal faktor ekonomi, budaya dan sosial mereka.

Penentu utama dalam konteks Giordano adalah konsumen, yang mungkin memiliki perbedaan yang signifikan dalam preferensi terhadap produk dan bauran promosi yang dilakukan oleh Giordano..  Selain itu, merek global yang kuat dapat memberikan pengakuan dan jaminan terhadap produk yang ditawarkan. Branding l harus didukung oleh komunikasi pemasaran yang terkoordinasi dan desain perusahaan yang konsisten. Giordano harus berhati-hati untuk mempertimbangkan perbedaan nasional dan budaya dalam beberapa aspek bauran pemasarannya.

*Disadur dari contoh kasus Giordano: Positioning untuk Ekspansi Internasional dalam buku Pemasan Jasa oleh Christopher Lovelock edisi ketujuh.

https://febrywahyu14.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar